Halo BMT Beringharjo

(0274) 549152/549157

Ramadhan 1441 H

Dipublikasi pada 29/04/2020 • Dilihat: 308x

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Assalaamu ‘alaikum wr.wb.

Sungguh sebuah anugerah yang luar biasa manakala kita diijinkan Allah Swt. bisa (kembali) menikmati Bulan Suci Ramadhan di tahun wabah ini dalam keadaan sehat wal ‘afiyat. Mengapa? Karena Allah janjikan ampunan dari semua dosa jika kita berpuasa Ramadhan dengan benar dan sepenuh hati.

Sebagaimana sabda Nabi SAW.:
”Barangsiapa yang berpuasa pada Bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.”
(HR. Muttafaqun ‘alaih)

Orang yang berpuasa dengan benar juga akan dijauhkan Allah dari neraka jahannam. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
“Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh 70 tahun.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Meski demikian, Baginda Rasul SAW juga berpesan agar kita senantiasa menjaga akhlak dan tingkah laku kita dari aneka perbuatan penghapus pahala puasa kita.

Baginda Rasul SAW. berpesan:
“Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka Allah tidak butuh ia meninggalkan lapar dan dahaganya.”
(HR. Bukhari, dari Abu Hurairah ra.)

Maka mari kita jaga lisan kita dari godaan berkata-kata yang tidak bermanfaat, apalagi yang menyebabkan dosa.

Barangkali kita sudah berhasil menahan lisan kita dari perbuatan yang keji. Namun hati-hatilah kita dengan jari-jemari kita ketika kita membaca sebuah berita di media sosial (WhatsApp, Telegram, Facebook, dll). Seringkali masuk ke HP kita berita-berita bohong alias hoax yang mengecoh kita. Berita-berita tersebut seakan-akan benar, padahal hanyalah sampah visual di media sosial.

Maka jika ada sebuah berita yang heboh, namun kita tidak tahu kebenarannya, maka hendaknya kita ber-tabayyun (mencari keterangan atau klarifikasi). Jangan sampai kita teledor lalu malas klarifikasi, lalu langsung share dan menyebarkan berita bohong tersebut.

Tabayyun ini bukan saran atau nasihat, namun perintah Allah Swt. Sebagaimana Firman Allah Swt.:
”Wahai orang-orang yang beriman, jika ada seorang fasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita, maka ber-tabayyun-lah (telitilah terlebih dahulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.”
(QS. Al Huujuraat 49: 6)

Jangan sampai pula kita dimasukkan dalam kriteria seorang pendusta gara-gara sering share info dan berita bohong. Janganlah kita bangga menjadi Raja Co-past alias raja copy-paste berita-berita palsu.

Rasulullah SAW. bersabda:
“Cukuplah seseorang dianggap pendusta manakala ia selalu mengatakan setiap apa yang ia dengar.” (HR. Muslim no. 5; dari Abu Hurairah ra.)

Jika kita menjadi pendusta, maka tentu Allah Swt tidak merasa perlu kita berpuasa…alias puasa kita sia-sia belaka.

Na’udzubillaahi min dzaalika…!

Maka semoga Allah Swt. mengijinkan kita bisa meningkatkan kualitas amal ibadah puasa kita di tahun ini, lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.

Allaahu a’lam bish-showwab.

Wassalaamu ‘alaikum wr.wb.

 

Jum‘at, 24 April 2020

Nanung Danar Dono, Ph.D.
Pengurus Bidang Dakwah MIUMI DIY

© Copyright 2016 BMT Beringharjo