BRING NEWS

Berita Seputar BMT Beringharjo
bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

Prihatin, BMT Beringharjo Edukasi Anggota Waspadai Pinjaman Online di Era Digital

Maraknya praktik pinjaman online (pinjol), khususnya yang ilegal, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kemudahan memperoleh pinjaman melalui aplikasi digital memang menawarkan solusi instan, namun di baliknya tersimpan berbagai risiko, mulai dari bunga yang memberatkan, penyalahgunaan data pribadi, hingga tekanan penagihan yang berdampak pada kondisi psikologis. Bahkan, dalam sejumlah kasus, persoalan pinjaman online telah memicu konflik keluarga dan memakan korban jiwa. Berangkat dari keprihatinan tersebut, BMT Beringharjo menyelenggarakan Bina Anggota bertema “Waspada Pinjaman Online di Era Digital” di Indies Style Hotel Bandung, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BMT Beringharjo dalam meningkatkan literasi keuangan anggota sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih layanan keuangan yang aman, legal, dan bertanggung jawab. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial, kemampuan masyarakat untuk memilah informasi dan mengambil keputusan keuangan yang tepat menjadi bekal yang semakin penting.

Hadir sebagai narasumber, Ustadz Eri Taufiq, pakar ekonomi syariah, mengajak peserta memahami fenomena pinjaman online dari berbagai sudut pandang. Menurutnya, kemudahan memperoleh pinjaman tidak boleh mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam mengelola keuangan. Ia menekankan bahwa setiap keputusan berutang harus mempertimbangkan kemampuan membayar, tujuan penggunaan dana, serta tetap harus memperhatikan ketentuan yang diizinkan secara syar’i.

Dalam pemaparannya, Ustadz Eri Taufiq mengingatkan pentingnya mengenali ciri-ciri pinjaman online yang berisiko, memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan, serta membangun kebiasaan finansial yang sehat melalui perencanaan keuangan, dana darurat, dan budaya menabung. Dari perspektif ekonomi syariah, ia menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga secara berkelanjutan dengan menghindari transaksi yang berpotensi menimbulkan kemudaratan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Sesi diskusi berlangsung hidup dengan beragam pertanyaan dan sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia juga membagikan doorprize yang semakin menambah semarak suasana. Acara pendidikan anggota ini dibuka oleh Ketua Pengurus BMT Beringharjo, Ibu Mursida Rambe, dan juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Ibu Mega, S.T.

Melalui kegiatan ini, BMT Beringharjo berharap anggota tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing. Edukasi mengenai pinjaman online merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan, sehingga tidak mudah terjebak pada tawaran pinjaman instan yang berisiko. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan semakin banyak keluarga yang terlindungi dari dampak buruk pinjaman online dan semakin percaya pada lembaga keuangan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta nilai-nilai syariah.

Share

Leave a Reply