Salma Yusiamah Husna, perempuan 24 tahun kelahiran Ngawi ini tidak menyangka jika dirinya akan mendapatkan hadiah umroh, berkat program Gempita 31 Tahun BMT Beringharjo. Gempita merupakan program apresiasi kepada Anggota pembiayaan BMT Beringharjo yang membayarkan angsuran secara tepat waktu. Salma sendiri belum lama bergabung menjadi Anggota di Kantor Cabang Caruban, yaitu sejak Juli 2025.Pertemuannya dengan BMT Beringharjo berawal ketika Salma yang bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik bola di Caruban, membutuhkan sepeda motor untuk keperluan berangkat kerja. Menggunakan sebagian tabungannya untuk DP, motor idaman pun ia dapatkan melalui skema pembiayaan murabahah.

Salma merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ibunya memiliki warung kecil yang mungkin hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Terlebih Salma masih memiliki adik dan Ayahnya telah berpulang 2 tahun lalu. Maka, bermimpi untuk berangkat ke tanah suci pun mereka tidak berani.
Kondisi ini membuat Salma sebagai anak pertama bertekad untuk membantu meringankan beban Ibunya. Sebagian gaji ia gunakan untuk membiayai sekolah adiknya dan juga operasional warung.

Tanggung jawab ini pula yang dipraktikkan dalam kewajibannya membayarkan angsuran. Baginya, angsuran menjadi kewajiban yang harus diutamakan, oleh karenanya tidak pernah sekalipun Salma mengalami keterlambatan. Ia tak menyangka jika komitmen ini menghantarkannya untuk mendapat undangan ke Baitullah.
Dari Salma kita semakin yakin bahwa panggilan umrah dan haji merupakan hak prerogatif Alloh untuk hambanya. Bukan kita yang mampu, namun Dia yang memampukan.



